0

Tetiba saya sudah di taman Sukajadi. Jogging. 5 menit kemudian, saya kepikiran sekaligus do’a: pengen cepat ujian akhir, rambut cepat panjang (pengen gondrong: resolusi kapan tahun), dan terakhir kamu, lulus PNS (dalam keluarga saya, PNS adalah pekejaan paling mulia, ya Bu, nurut)

Iklan
0

Saya betul-betul butuh pulang. Bertemu orang baru di perjalanan, tak saling menyapa memang, setidaknya saya tidak bertemu orang yang sama. Saya betul-betul butuh pulang. Entah kenapa setiap orang banyak saya temui, saya semakin sulit menentukan, semakin rumit menemukan kebenaran. Bu, saya betul-betul butuh pulang. Saya butuh petuah dan menangis.

“Sayang… Kamu hanya butuh istirahat. Kamu betul-betul tidak butuh pulang”

Hening

“Saya paling tahu karena saya ibumu. Kamu betul-betul tidak butuh pulang, sayang. Hadapi dan selesaikan semuanya”

“Tapi bu…”

“Selama kita masih hidup, kita akan bertemu banyak orang. Orang-orang baru. Dan sebagian dari mereka akan menyebut namamu berkali-kali. Satu atau dua orang akan mengambil sebagian kecil hati dan hidupmu. Sakit memang sayang, tapi kamu akan belajar. Maafkan sepotong kisah itu, dan mulailah memikirkan hal-hal yang akan kamu kerjakan ke depan. Selesaikan semuanya. Semoga cara ini kamu bisa “mengobati” diri sendiri lalu menjadi manusia baru lagi. Butuh waktu sayang. Sabar. Ibumu. Menyayangimu.”

“Menagislah sayang. Ibu akan mendengar. Menangis tidak akan membuatmu lemah. Ibu tahu, menangis mewakili bagian-bagian yang tidak bisa dijelaskan dengan bicara”

“Sayang, ayo berkemas. Ini Jum’at.

“Terimakasih bu”

0

Pekan depan saya ujian, beberapa bulan dari sekarang saya akan ujian lagi di kampus. Beberapa hari ke depan, saya sedang menunggu pengumuman, dan awal bulan depan saya mendaftar lagi dan menunggu pengumam lagi. Dua tahun terakhir ini, ujian dan menunggu pengumuman adalah pekerjaan yang menyenangkan, kadang jadi menyebalkan juga sih. Dan paling menyedihkan adalah, saat sedang penelitian, Ayah sakit dan meninggal.

2:24. Bandung. Hujan.

Saya ingin sekali-kali menjadi “liar”, meloncat dari kereta ke kereta, pelabuhan ke pelabuhan, dan bandara ke bandara. Saya mulai terpikirkan menabung untuk membeli┬átiket demi tiket dan beberapa kebutuhan lainnya.

0

Jumat.

Entah kenapa, saya senang melihat sebuah pesta perkawinan, tersipu melihat kelahiran, tersenyum terhadap orang-orang yang pergi jauh, kagum pada orang-orang melakukan perubahan baik pada dirinya, dan cinta terhadap orang-orang yang saling mencintai.

Jumat

Ada banyak hal yang ingin saya lakukan; saya mulai terpikir untuk gondrong, melihat laut, memanjakan mata di puncak gunung, menulis cerpen, dan mencintai-Mu.

0

Chapter 33; hal 369. LELAKI BERNAMA OVE DAN PERJALANAN INSPEKSI YANG TIDAK SEPERTI BIASANYA.

Kita selalu mengira masih ada cukup banyak waktu untuk melakukan segalanya bersama orang lain. Masih ada waktu untuk mengucapkan segalanya kepada mereka. Lalu terjadi sesuatu, dan kita di sana sambil menggelayuti kata-kata semacam “seandainya saja”.

0

If amnesia is a pray that is got easy, I will do in my pray list everyday. The earth is too noisy and I need a calm.

.

My goodness,

I need to forget all, except, names of my loving persons; dad, mom, siblings, and of course your name, My Lord. In the Afternoon, I just need to “hug” of You! Talking on love, fight, affection is amazing topics that will not make us to feel boring.

0

Kemarin saya tidak sengaja mendengar sebuah “pertengkaran” muda mudi di pinggir jalan. Marahan. Suara meninggi, apakah mereka lupa, bagaimana awalnya mereka saling jatuh cinta!?

Aduh, marah, kenapa harus ada itu ya?kalau sayang masih menjadi pilihan yang terbaik di bumi.

.

.

.

Sayang. Saya sulit mengatakannya, ini masih dingin dan masih terlalu pagi untuk mengutarakannya. Smiling.

Happy Friday