0

Surat Buat Hanu

Dear Hanu

Alhamdulillah, Bandung baik-baik saja walau hidungku masih suka meler ketika subuh menjelang.

Han, kemarin saya menonton kembali film “Doraemon Stand By Me”. Dan kamu tahu? saya ingin punya teman seperti Doraemon tapi seketika itu juga saya larat karena kurang apalagi teman-temanku yang kumiliki saat ini, mereka menyebalkan tapi baik, salah satunya kamu, Hanu. Meski jarakmu yang bermil-mil dari posisiku sekarang, kamu selalu punya alasan dan waktu untuk membaca dan membalas surat-suratku. Menurutku, itu sebuah penghargaan besar. Semoga kuliahmu di sana baik-baik saja. Han, hasil jepretanmu keren, sepertinya kamu punya bakat jadi “tukang photo” deh, hahaha.

Well…

Han, apakah salah kalau saya masih pada pendirianku? menjaga jarak. Saya sudah berhasil dalam hitungan bulan untuk tidak menyebut namanya dalam setiap percakapanku dengan orang-orang yang mengenal dia, kamu tahu kan?, teman dia, temanku juga.

Selasa kemarin, dia menghubungiku.

Han, di dalam pikiranku hanya ada dua. Tidak pernah membalas pesan singkatnya kemarin  atau mem-block nomornya di akunku. Dengan cara ini, dia bisa tahu kalau saya sedang “memerontak” yang tidak bisa saya lakukan didepannya.

Saya butuh jawabanmu. Semoga yang kamu tawarkan tidak mengecewakan pihak mana pun.

 

Temanmu yang kece

Banu

 

 

 

 

Iklan